Daging ayam

10 Ton Daging Ayam Busuk Masuk Ternate

Kompas.com - 22/12/2010, 18:05 WIB

TERNATE, KOMPAS.com - Karantina Hewan Kelas II Kota Ternate, Maluku Utara, mengamankan 10 ton daging ayam potong dari Surabaya karena dalam pemeriksaan daging ayam potong itu sudah busuk.

Kepala Karantina Hewan Ternate Arinaung Siregar mengatakan di Ternate, Rabu, daging ayam busuk tersebut diamankan sesaat tiba di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate menggunakan KM Tanto Fajar.

Daging ayam potong yang didatangkan oleh seorang pengusaha di Ternate tersebut, rencananya untuk memenuhi kebutuhan daging ayam potong di Ternate dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru.

"Setiap daging ayam potong yang masuk ke Ternate melalui pemeriksaan, jika terbukti tidak memenuhi syarat, misalnya mengalami pembusukan seperti pada ayam potong yang didatangkan dari Surabaya tersebut, pasti diamankan," katanya.

Daging ayam yang tidak layak konsumsi tersebut akan dikirim ke daerah asalnya di Surabaya, biaya pemulangan daging ayam potong itu menjadi tanggung jawab pengusaha yang mendatangkannya.

Membusuknya daging ayam potong dari Surabaya tersebut diduga akibat waktu pengirimannya yang lama, selain itu, proses penyimpanannya di kapal tidak memenuhi syarat.

Oleh karena itu, para pengusaha di Ternate jika mendatangkan daging ayam potong dari daerah lain, selain perhitungkan lamanya waktu pengiriman, juga diharapkan bisa perhatikan standar penyimpanan di atas kapal, khususnya dari segi suhu yakni harus minimal 20 derajat celcius.

Pekan lalu pihaknya juga mengamankan sebanyak 12 ton daging ayam potong di Pelabuhan Ternate yang didatangkan dari Makassar, karena daging itu sudah membusuk.

Pihaknya terpaksa memusnahkan daging ayam potong tersebut karena tidak ada pengusaha yang mengaku sebagai pemilik daging itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau