TERNATE, KOMPAS.com - Karantina Hewan Kelas II Kota Ternate, Maluku Utara, mengamankan 10 ton daging ayam potong dari Surabaya karena dalam pemeriksaan daging ayam potong itu sudah busuk.
Kepala Karantina Hewan Ternate Arinaung Siregar mengatakan di Ternate, Rabu, daging ayam busuk tersebut diamankan sesaat tiba di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate menggunakan KM Tanto Fajar.
Daging ayam potong yang didatangkan oleh seorang pengusaha di Ternate tersebut, rencananya untuk memenuhi kebutuhan daging ayam potong di Ternate dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru.
"Setiap daging ayam potong yang masuk ke Ternate melalui pemeriksaan, jika terbukti tidak memenuhi syarat, misalnya mengalami pembusukan seperti pada ayam potong yang didatangkan dari Surabaya tersebut, pasti diamankan," katanya.
Daging ayam yang tidak layak konsumsi tersebut akan dikirim ke daerah asalnya di Surabaya, biaya pemulangan daging ayam potong itu menjadi tanggung jawab pengusaha yang mendatangkannya.
Membusuknya daging ayam potong dari Surabaya tersebut diduga akibat waktu pengirimannya yang lama, selain itu, proses penyimpanannya di kapal tidak memenuhi syarat.
Oleh karena itu, para pengusaha di Ternate jika mendatangkan daging ayam potong dari daerah lain, selain perhitungkan lamanya waktu pengiriman, juga diharapkan bisa perhatikan standar penyimpanan di atas kapal, khususnya dari segi suhu yakni harus minimal 20 derajat celcius.
Pekan lalu pihaknya juga mengamankan sebanyak 12 ton daging ayam potong di Pelabuhan Ternate yang didatangkan dari Makassar, karena daging itu sudah membusuk.
Pihaknya terpaksa memusnahkan daging ayam potong tersebut karena tidak ada pengusaha yang mengaku sebagai pemilik daging itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang